Kamis, 28 Maret 2013

LPPTKA DKI Jaya Silakwil Ke VIII

LPPTKA BKPRMI DKI Jaya adalah salah satu lembaga pembinaan dan pengembangan yang merintis, membina, mengembangkan dan mengkoordinir gerakan pemberantasan buta huruf baca tulis Al-Quran. Lembaga ini merupakan salah satu lembaga otonom dari BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia). Demikian pernyataan H. Mahmudin, SAg, Direktur Wilayah LPPTKA BKPRMI DKI Jaya belum lama ini dalam kegiatan Silakwil VII LPPTKA BKPRMI DKI Jaya di Balaikota Provinsi DKI Jakarta. Turut hadir pada kegiatan tersebut H. Supeno, Kabiro Kesos Provinsi DKI Jakarta, Bapak Harno, Seksi Pendidikan Al-Qur’an Kanwil Kemenag RI Provinsi DKI Jakarta, DPW BKPRMI DKI Jakarta, Pengurus LPPTKA Se-Jabodetabek. Selanjutnya dia menjelaskan bahwa LPPTKA-BKPRMI adalah singkatan dari Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Quran Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia. Dan setiap 4 (empat) tahun sekali lembaga ini mengadakan pertemuan tingkat wilayah yang dinamakan SILAKWIL (Silaturahmi Kerja Wilayah) menjelang akhir kepengurusan wilayah yang diikuti oleh 78 orang utusan se Jabodetabek. “Dan tahun ini merupakan SILAKWIL ke-VII yang akan memilih kepengurusan wilayah yang akan menghasilkan terobosan program baru, dakwah Al-Qur’an dengan menggetarkan Jakarta melalui Al-Qur’an, dan peduli terhadap ustadz-ustadz muda,” jelasnya. Dalam kesempatan yang sama H. Supeno Kabiro Kesos mewakili Gubernur Provinsi DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus membumikan Al-Qur’an dengan menyiapkan generasi Qur’an yang mumpuni dalam menyongsong masa depan gemilang. Tak ada kata lain di Provinsi DKI Jakarta anak-anak harus sekolah dan dijamin oleh Pemprov DKI Jakarta. “Bahkan anak-anak yang tidak mampu akan dibiayai segala sarana dan prasarana sekolahna oleh Pemprov DKI Jakarta,” tegasnya. Ditambahkannya, kini Provinsi DKI Jakarta peringkat 1 (pertama) terbanak kasus permasalahan kekerasan anak, tentunya perlu bekal agama yang kuat bagi si anak maupun keluarganya. Pemprov DKI Jakarta punya program khusus dalam mengurangi ketelantaran dan kekerasan pada anak, dalam hal ini di tangani langsung oleh Biro Kesos dengan mengambil sample 2 (dua) Kelurahan di Provinsi DKI Jakarta. “Dengan program ang sedang dalam proses penggodokan tersebut diharapkan warga dapat menjadi “polisi” bagi warga itu sendiri dan dalam waktu dekat akan dibentuk “tim satgas anak” di 2 (dua) Kelurahan sebagai sample,” imbuhnya.

BKPRMI Seminar Nasional Anti Korupsi ICMI Se Indonesia

Indonesia sebagai negara yang beragama, apalagi mayoritas penduduknya muslim, pendekatan agama menjadi pilihan yang paling efektif dalam pemberantasan perilaku sosial yang sudah sangat menggelisahkan masyarakat ini. Bagaimanapun agama memiliki peran besar dalam upaya pemberantasan korupsi. Islam melalui al-Quran dan hadisnya sudah secara tegas melarang memakan hak milik orang lain atau mencari rejeki dengan cara yang tidak halal, termasuk di dalamnya korupsi. Namun, statistik kasus korupsi ternyata makin meningkat dari waktu ke waktu. Korupsi menjadi pekerjaan rumah bagi para tokoh agama kedepan. Fakta kasus korupsi menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang dianggap tokoh agama justru terlibat korupsi. Kesalehan invidual dengan ritualitasnya yang tampak bagus belum tentu sinkron dengan kesalehan sosialnya di masyarakat. Karena itu sangat diharapkan bahwa pendidikan agama harus membangun moralitas publik yang kuat pada umat, bukan hanya ritualitas individual yang semarak.