Minggu, 21 April 2013

BKPRMI Peserta Rakornas PP GP Ansor Dan LTM PBNU

13 tahun lagi Nahdlatul Ulama genap 1 abad usianya, sesuai sabda Rasulullah SAW bahwa setiap satu abad ada perubahan. Tahun 1912-1913 ang lalu lebih dari 80 tahun mulai dirancang pendirian Nahdlatul Ulama dan di tahun 1926 berdirilah secara dejure dan defacto Organisasi Keagamaan Nahdlatul Ulama yang berdasarkan kepada mahzab Ahlussunnah Waljamaah. Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sejak tahun 2012 telah melaksanakan roadshow setiap hari Sabtu-Minggu ke cabang dengan mengusung slogan "Menyongsong 1 Abad Nahdlatul Ulama" dengan tema "Dari Masjid-Nya, Kita Makmurkan Bumi-Nya". Masjid dan bumi adalah satu kesatuan dan Nahdlatul Ulama adalah pesantren serta pesantren adalah Nahdlatul kecil. Satu abad pertama Nahdlatul Ulama berjalan bagaimana "dawuh" kiai dan mestinya pada abad kedua adalah abad "kedewasaan". Sebagaimana jaman Nabi-Nabi terdahulu bahwa umat melaksanakan apa yang dilakukan dan apa yang dikatakan para Nabi-Nabi. Kitab suci (nizhom) harus menjadi acuan. Namun pada abad kedua yang mesti dilakukan adalah bagaimana penyusunan (nizhom) yang mengatur tindak-tanduk Nahdlatul Ulama kedepan. Kini banyak permasalahan yang "mengambang" karena sekarang tidak ada lagi tokoh-tokoh atau figur yang "mutafakalaih" dimana seseorang yang dapat diikuti setiap "dawuh" nya dan umat tinggal mengikutinya (sami'na wa'ato'na). Sekarang kalangan pesantren mengalami transformasi atau bergeser kepada (nizhom/sistem), maka Nahdlatul Ulama juga harus berubah dan ini tinggal 13 tahun lagi. Kekuatan Nahdlatul Ulama selain ada pada kiai, ada pula kekuatan yang selama ini terabaikan yakni masjid-masjid yang berpotensi dan tersebar diseluruh tanah air. Pesantren ibarat air dan masjid adalah petak-petak sawah dan ladang. Kedepan Pesantren harus dijadikan sebagai air hikmah dan masjid adalah petak-petak sawah yang harus segera dialiri oleh air hikmah. Nahdlatul Ulama bukan barang gaib, harus menjadi pohon hikmah yang kokoh dan akarnya menghujam kedalam bumi dan mendapatkan buah yang nyata bagi umat. Nahdlatul Ulama adalah kumpulan pengurus, Allah SWT lebih dekat dengan urat nadi kita, jauh dari Allah SWT, jauh dari umat. Nahdlatul Ulama harus konsisten dengan khittahnya dan kalau kita dekat dengan umat, maka secara otomatis kita dapat menyambanginya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar